Friday, 20 February 2015

Thursday, 8 January 2015

teori komunikasi



TEORI KOMUNIKASI



undangan dan strategi yang akan membentuk alat dan rangka kerja untuk sesuatu perkara yang hendak dilaksanakan Dalam proses komunikasi teori akan membina bentuk dan kaidah komunikasi yang hendak dibuat. Melalui penulisan ini pejelasan tentang beberapa teori komunikasi akan dibuat. Terdapat dua aspek utama yang dilihat secara tidak langsung dalam bidang ini sebagai satu bidang pengkajian yang baru. Aspek pertama ialah perkembangan dari beberapa sudut atau kejaidian seperti teknologi komunikasi, perindustrian dan politik dunia. Teknologi komunikasi contohnya radio, televisi, telefon, setelit, rangkaian komputer telah menghasilkan ide untuk mengetahui apakah kesan perkembangan teknologi komunikasi terhadap individu, masyarakat dan penduduk disebuah negara. Perkembangan politik dunia, memperlihatkah bagaimana kesan politik terhadap publik sehingga menimbulkan propaganda dan pendapat umum. Seterusnya perkembangan perindustrian seperti perminyakan dan perkapalan menuntut betapa perlunya komunikasi yang berkesan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas agar mencapai maksud atau tujuan organisasi tersebut. Aspek kedua ialah dari sudut kajian di mana para pelajar berminat untuk mengkaji bidang-bidang yang berkaitan dengan komunikasi seperti mereka yang dari bidang psikologi sosial mengkaji penggunaan teknologi baru terhadap kesan tayangan animasi kepada anak-anak , propaganda dan dinamik kelompok. penjelasan atas politik dunia seperti menganalisa propaganda Nazi yang mampu mempengaruhi pendengar sehingga mereka patuh dan bersatu. Selanjutnya kajian awal penyelidik atas perindustrian yang pada separuh abad ke-20 tertuju kepada memenuhi keinginan sektor pemasaran untuk mengetahui komunikasi dengan lebih dekat setelah pengiklanan menunjukan kepentingannya. Oleh karena itu, bidang komunikasi mengambil langkah dan maju kedepan setelah berlakunya pengembangan dari sudut teknologi komunikasi, perindustrian dan politik dunia serta kajian-kajian yang telah dilakukan. Sehingga bidang komunikasi menjadi bidang pengkajian yang baru dan mula diminati oleh banyak orang. Namun, bidang yang menjadi asas kepada bidang komunikasi ialah bidang-bidang sains sosial seperti sosiologi, pendidikan, psikologi sosial, pengurusan, antropologi dan psikologi.




  1.TEORI BEHAVIORISME

Tokoh aliran ini adalah John B. Watson (1878 – 1958) yang di Amerika dikenal sebagai bapak Behaviorisme. Teorinya memumpunkan perhatiannya pada aspek yang dirasakan secara langsung pada perilaku berbahasa serta hubungan antara stimulus dan respons pada dunia sekelilingnya. Menurut teori ini, semua perilaku, termasuk tindak balas (respons) ditimbulkan oleh adanya rangsangan (stimulus). Jika rangsangan telah diamati dan diketahui maka gerak balas pun dapat diprediksikan. Watson juga dengan tegas menolak pengaruh naluri (instinct) dan kesadaran terhadap perilaku. Jadi setiap perilaku dapat dipelajari menurut hubungan stimulus - respons.
Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme dan juga psikoanalisis. Behaviorisme ingin menganalisis hanya perilaku yang nampak saja, yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Belakangan, teori kaum behavioris lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena menurut mereka seluruh perilaku manusia kecuali instink adalah hasil belajar. Belajar artinya perubahan perilaku organisme sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mau mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional; behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalikan oleh faktor‑faktor lingkungan. Dari sinilah timbul konsep “manusia mesin” (Homo Mechanicus).

2.TEORI HUMANISME

Teori ini muncul diilhami oleh perkembangan dalam psikologi yaitu psikologi Humanisme. Sesuai pendapat yang dikemukakan oleh McNeil (1977) “In many instances, communicative language programmes have incorporated educational phylosophies based on humanistic psikology or view which in the context of goals for other subject areas has been called ‘the humanistic curriculum” Teori humanisme dalam pengajaran bahasa pernah diimplementasikan dalam sebuah kurikulum pengajaran bahasa dengan istilah Humanistic curriculum yang diterapkan di Amerika utara di akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Kurikulum ini menekankan pada pembagian pengawasan dan tanggungjawab bersama antar seluruh siswa didik. Humanistic curiculum menekankan pada pola pikir, perasaan dan tingkah laku siswa dengan menghubungkan materi yang diajarkan pada kebutuhan dasar dan kebutuhan hidup siswa. Teori ini menganggap bahwa setiap siswa sebagai objek pembelajaran memiliki alasan yang berbeda dalam mempelajari bahasa. Tujuan utama dari teori ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa agar bisa berkembang di tengah masyarakat. The deepest goal or purpose is to develop the whole persons within a human society. (McNeil,1977)

3.TEORI INFORMASI ATAU MATEMATIS

Salah satu teori komunikasi klasik yang sangat mempengaruhi teori-teori komunikasi selanjutnya adalah teori informasi atau teori matematis. Teori ini merupakan bentuk penjabaran dari karya Claude Shannon dan Warren Weaver (1949, Weaver. 1949 ), Mathematical Theory of Communication. Teori ini melihat komunikasi sebagai fenomena mekanistis, matematis, dan informatif: komunikasi sebagai transmisi pesan dan bagaimana transmitter menggunakan saluran dan media komunikasi. Ini merupakan salah satu contoh gamblang dari mazhab proses yang mana melihat kode sebagai sarana untuk mengonstruksi pesan dan menerjemahkannya (encoding dan decoding). Teori informasi ini menitikberatkan titik perhatiannya pada sejumlah sinyal yang lewat melalui saluran atau media dalam proses komunikasi. Ini sangat berguna pada pengaplikasian sistem elektrik dewasa ini yang mendesain transmitter, receiver, dan code untuk memudahkan efisiensi informasi.

4.TEORI AGENDA SETTING

Teori Agenda-setting diperkenalkan oleh McCombs dan DL Shaw (1972). Asumsi teori ini adalah bahwa jika media memberi tekanan pada suatu peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya penting. Jadi apa yang dianggap penting media, maka penting juga bagi masyarakat. Dalam hal ini media diasumsikan memiliki efek yang sangat kuat, terutama karena asumsi ini berkaitan dengan proses belajar bukan dengan perubahan sikap dan pendapat.

5.TEORI USES AND GRATIFICATIONS(KEGUNAAN DAN KEPUASAN)

Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz (1974). Teori ini mengatakan bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media tersebut. Dengan kata lain, pengguna media adalah pihak yang aktif dalam proses komunikasi. Pengguna media berusaha mencari sumber media yang paling baik di dalam usaha memenhi kebutuhannya. Artinya pengguna media mempunyai pilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhannya. Elemen dasar yang mendasari pendekatan teori ini (Karl dalam Bungin, 2007): (1) Kebutuhan dasar tertentu, dalam interaksinya dengan (2) berbagai kombinasi antara intra dan ekstra individu, dan juga dengan (3) struktur masyarakat, termasuk struktur media, menghasilkan (4) berbagai percampuran personal individu, dan (5) persepsi mengenai solusi bagi persoalan tersebut, yang menghasilkan (6) berbagai motif untuk mencari pemenuhan atau penyelesaian persoalan, yang menghasikan (7) perbedaan pola konsumsi media dan ( perbedaan pola perilaku lainnya, yang menyebabkan (8) perbedaan pola konsumsi, yang dapat memengaruhi (9) kombinasi karakteristik intra dan ekstra individu, sekaligus akan memengaruhi pula (10) struktur media dan berbagai struktur politik, kultural, dan ekonomi dalam masyarakat.

6.TEORI DEFENDENSI EFEK KOMUNIKASI MASSA

Teori ini dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeachdan Melvin L. DeFluer (1976), yang memfokuskan pada kondisi struktural suatu masyarakat yang mengatur kecenderungan terjadinya suatu efek media massa. Teori ini berangkat dari sifat masyarakat modern, diamana media massa diangap sebagai sistem informasi yang memiliki peran penting dalam proses memelihara, perubahan, dan konflik pada tataran masyarakat,kelompok, dan individu dalam aktivitas sosial. Secara ringkas kajian terhadap efek tersebut dapat dirumuskan dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Kognitif, menciptakan atau menghilangkan ambiguitas, pembentukan sikap, agenda-setting, perluasan sistem keyakinan masyarakat, penegasan/ penjelasan nilai-nilai. 2. Afektif, menciptakan ketakutan atau kecemasan, dan meningkatkan atau menurunkan dukungan moral. 3. Behavioral, mengaktifkan atau menggerakkan atau meredakan, pembentukan isu tertentu atau penyelesaiannya, menjangkau atau menyediakan strategi untuk suatu aktivitas serta menyebabkan perilaku dermawan.

7.TEORI KONSTRUKTVISME

Jean Piaget dan Leu Vygotski adalah dua nama yang selalu diasosiasikan dengan kontruktivisme. Ahli kontruktivisme menyatakan bahwa manusia membentuk versi mereka sendiri terhadap kenyataan, mereka menggandakan beragam cara untuk mengetahui dan menggambarkan sesuatu untuk mempelajari pemerolehan bahasa pertama dan kedua. Pembelajaran harus dibangun secara aktif oleh pembelajar itu sendiri dari pada dijelaskan secara rinci oleh orang lain. Dengan demikian pengetahuan yang diperoleh didapatkan dari pengalaman. Namun demikian, dalam membangun pengalaman siswa harus memiliki kesempatan untuk mengungkapkan pikirannya, menguji ide-ide tersebut melalui eksperimen dan percakapan atau tanya jawab, serta untuk mengamati dan membandingkan fenomena yang sedang diujikan dengan aspek lain dalam kehidupan mereka. Selain itu juga guru memainkan peranan penting dalam mendorong siswa untuk memperhatikan seluruh proses pembelajaran serta menawarkan berbagai cara eksplorasi dan pendekatan.

8.TEORI NATIVISME

Istilah nativisme dihasilkan dari pernyataan mendasar bahwa pembelajaran bahasa ditentukan oleh bakat. Bahwa setiap manusia dilahirkan sudah memiliki bakat untuk memperoleh dan belajar bahasa. Chomsky dalam Hadley (1993: 48) yang merupakan tokoh utama golongan ini mengatakan bahwasannya hanya manusialah satu-satunya makhluk Tuhan yang dapat melakukan komunikasi lewat bahasa verbal. Selain itu bahasa juga sangat kompleks oleh sebab itu tidak mungkin manusia belajar bahasa dari makhluk Tuhan yang lain. Chomsky juga menyatakan bahwa setiap anak yang lahir ke dunia telah memiliki bekal dengan apa yang disebutnya “alat penguasaan bahasa” atau LAD (language Acquisition Device). Chomsky dalam Hadley (1993:50) mengemukakan bahwa belajar bahasa merupakan kompetensi khusus bukan sekedar subset belajar secara umum. Cara berbahasa jauh lebih rumit dari sekedar penetapan Stimulus- Respon. Chomsky dalam Hadley (1993: 48) mengatakan bahwa eksistensi bakat bermanfaat untuk menjelaskan rahasia penguasaan bahasa pertama anak dalam waktu singkat, karena adanya LAD. Menurut golongan ini belajar bahasa pada hakikatnya hanyalah proses pengisian detil kaidah-kaidah atau struktur aturan-aturan bahasa ke dalam LAD yang sudah tersedia secara alamiah pada manusia tersebut.

9.Teori Kognitivisme

Menurut Piaget dalam Mansoer Pateda (1990: 67), salah seorang tokoh golongan ini mengatakan bahwa struktur komplek dari bahasa bukanlah sesuatu yang diberikan oleh alam dan bukan pula sesuatu yang dipelajari lewat lingkungan. Struktur tersebut lahir dan berkembang sebagai akibat interaksi yang terus menerus antara tingkat fungsi kognitif si anak dan lingkungan lingualnya.Struktur tersebut telah tersedia secara alamiah. Perubahan atau perkembangan bahasa pada anak akan bergantung pada sejauh mana keterlibatan kognitif sang anak secara aktif dengan lingkungannya. Menurut aliran ini kita belajar disebabkan oleh kemampuan kita menafsirkan peristiwa atau kejadian yang terjadi di dalam lingkungan. Proses belajar bahasa terjadi menurut pola tahapan perkembangan tertentu sesuai umur. Tahapan tersebut meliputi: a. Asimilasi : proses penyesuaian pengetahuan baru dengan struktur kognitif b. Akomodasi : proses penyesuaian struktur kognitif dengan pengetahuan baru c. Disquilibrasi : proses penerimaan pengetahuan baru yang tidak sama dengan yang telah diketahuinya. d. Equilibrasi : proses penyeimbang mental setelah terjadi proses asimilasi.

10.Teori Sibernetik

Istilah sibernetika berasal dari bahasa Yunani (Cybernetics berarti pilot). Istilah Cybernetics yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi sibernetika, pertama kali digunakan tahun 1945 oleh Nobert Wiener dalam bukunya yang berjudul Cybernetics. Sibernetika adalah teori sistem pengontrol yang didasarkan pada komunikasi (penyampaian informasi) antara sistem dan lingkungan dan antar sistem, pengontrol (feedback) dari sistem berfungsi dengan memperhatikan lingkungan. Seiring perkembangan teknologi informasi yang diluncurkan oleh para ilmuwan dari Amerika sejak tahun 1966, penggunaan komputer sebagai media untuk menyampaikan informasi berkembang pesat. Teknologi ini juga dimanfaatkan dunia pendidikan terutama guru untuk berkomunikasi sesama relasi, mencari handout (buku materi ajar), menerangkan materi pelajaran atau pelatihan, bahkan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Prinsip dasar teori sibernetik yaitu menghargai adanya 'perbedaan', bahwa suatu hal akan memiliki perbedaan dengan yang lainnya, atau bahwa sesuatu akan berubah seiring perkembangan waktu. Pembelajaran digambarkan sebagai : INPUT => PROSES => OUTPUT.

11. Teori Ketergantungan (Dependency Theory) 

Teori ketergantungan terhadap media mula-mula diutarakan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin Defleur. Seperti teori uses and gratifications, pendekatan ini juga menolak asumsi kausal dari awal hipotesis penguatan. Untuk mengatasi kelemahan ini, pengarang ini mengambil suatu pendekatan sistem yang lebih jauh. Di dalam model mereka mereka mengusulkan suatu relasi yang bersifat integral antara pendengar, media. dan sistem sosial yang lebih besar. Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh teori uses and gratifications, teori ini memprediksikan bahwa khalayak tergantung kepada informasi yang berasal dari media massa dalam rangka memenuhi kebutuhan khalayak bersangkutan serta mencapai tujuan tertentu dari proses konsumsi media massa. Namun perlu digarisbawahi bahwa khalayak tidak memiliki ketergantungan yang sama terhadap semua media.
Sumber ketergantungan yang kedua adalah kondisi sosial. Model ini menunjukkan sistem media dan institusi sosial itu saling berhubungan dengan khalayak dalam menciptakan kebutuhan dan minat. Pada gilirannya hal ini akan mempengaruhi khalayak untuk memilih berbagai media, sehingga bukan sumber media massa yang menciptakan ketergantungan, melainkan kondisi sosial. Untuk mengukur efek yang ditimbulkan media massa terhadap khalayak, ada beberapa metode yang dapat digunakan, yaitu riset eksperimen, survey dan riset etnografi.

12. Teori The Spiral of Silence

Teori the spiral of silence (spiral keheningan) dikemukakan oleh Elizabeth Noelle-Neuman (1976), berkaitan dengan pertanyaan bagaimana terbentuknya pendapat umum. Teori ini menjelaskan bahwa terbentuknya pendapat umum ditentukan oleh suatu proses saling mempengaruhi antara komunikasi massa, komunikasi antar pribadi, dan persepsi individu tentang pendapatnya dalam hubungannya dengan pendapat orang-orang lain dalam masyarakat.

13.Teori Inokulasi (Innoculation Theory)

Teori inokulasi atau teori suntikan yang pada mulanya ditampilkan oleh Mcguire ini mengambil analogi dari peristiwa medis. Orang yang terserang penyakit cacar, polio disuntik. Diberi vaksin untuk merangsang mekanisme daya tahan tubuhnya. Demikian pula halnya dengan orang yang tidak memiliki informasi mengenai suatu hal atau tidak menyadari posisi mengenai hal tersebut, maka ia akan lebih mudah untuk dipersuasi atau dibujuk. Suatu cara untuk membuatnya agar tidak mudah kena pengaruh adalah ”menyuntiknya” dengan argumentasi balasan (counterarguments).

14.Teori Kultivasi (Cultivation Theory)

Teori Kultivasi (Cultivation Theory) merupakan salah satu teori yang mencoba menjelaskan keterkaitan antara media komunikasi (dalam hal ini televisi) dengan tindak kekerasan. Teori ini dikemukakan oleh George Gerbner, mantan Dekan dari Fakultas (Sekolah Tinggi) Komunikasi Annenberg Universitas Pennsylvania,yang juga pendiri Cultural Environment Movement, berdasarkan penelitiannya terhadap perilaku penonton televisi yang dikaitkan dengan materi berbagai program televisi yang ada di Amerika Serikat. Teori Kultivasi pada dasarnya menyatakan bahwa para pecandu (penonton berat/heavy viewers) televisi membangun keyakinan yang berlebihan bahwa “dunia itu sangat menakutkan” . Hal tersebut disebabkan keyakinan mereka bahwa “apa yang mereka lihat di televisi” yang cenderung banyak menyajikan acara kekerasan adalah “apa yang mereka yakini terjadi juga dalam kehidupan sehari-hari”.

15.Teori Birokrasi

Teori Birokrasi berhubungan dengan organisasi masyarakat yang disusun secara ideal. Birokrasi dicapai melalui formalisasi aturan, struktur, dan proses di dalam organisasi. Max Weber (1948) adalah sosok yang dikenal sebagai bapak birokrasi. Menurut Weber, organisasi birokrasi yang ideal menyertakan delapan karakteristik struktural.
Birokrasi menawarkan banyak kelebihan yang kuat dalam menerapkan standar praktek organisasi, selain ia juga bisa membatasi anggota organisasi dan individu yang bekerja di dalamnya.

16.Teori Analisis Transaksional

Teori analisis transaksional merupakan karya besar Eric Berne (1964), yang ditulisnya dalam buku Games People Play. Berne adalah seorang ahli ilmu jiwa terkenal dari kelompok Humanisme. Teori analisis transaksional merupakan teori terapi yang sangat populer dan digunakan dalam konsultasi pada hampir semua bidang ilmu-ilmu perilaku. Teori analisis transaksional telah menjadi salah satu teori komunikasi antarpribadi yang mendasar. Kata transaksi selalu mengacu pada proses pertukaran dalam suatu hubungan. Dalam komunikasi antarpribadi pun dikenal transaksi. Yang dipertukarkan adalah pesan-pesan baik verbal maupun nonverbal. Analisis transaksional sebenarnya ber­tujuan untuk mengkaji secara mendalam proses transaksi (siapa-­siapa yang terlibat di dalamnya dan pesan apa yang dipertukarkan). Dalam diri setiap manusia, seperti dikutip Collins (1983), memiliki tiga status ego. Sikap dasar ego yang mengacu pada sikap orangtua (Parent= P. exteropsychic); sikap orang dewasa (Adult=A. neopsychic); dan ego anak (Child = C, arheopsychic). Ketiga sikap tersebut dimiliki setiap orang (baik dewasa, anak-anak, maupun orangtua).

17.Teori Pengharapan Nilai (The Expectacy-Value Theory)

Phillip Palmgreen berusaha mengatasi kurangnya unsur kelekatan yang ada di dalam teori uses and gratification dengan menciptakan suatu teori yang disebutnya sebagai expectance-value theory (teori pengharapan nilai). Dalam kerangka pemikiran teori ini, kepuasan yang Anda cari dari media ditentukan oleh sikap Anda terhadap media --kepercayaan Anda tentang apa yang suatu medium dapat berikan kepada Anda dan evaluasi Anda tentang bahan tersebut. Sebagai contoh, jika Anda percaya bahwa situated comedy (sitcoms), seperti Bajaj Bajuri menyediakan hiburan dan Anda senang dihibur, Anda akan mencari kepuasan terhadap kebutuhan hiburan Anda dengan menyaksikan sitcoms. Jika, pada sisi lain, Anda percaya bahwa sitcoms menyediakan suatu pandangan hidup yang tak realistis dan Anda tidak menyukai hal seperti ini Anda akan menghindari untuk melihatnya.

18.Teori Difusi Inovasi

Teori difusi yang paling terkemuka dikemukakan oleh Everett Rogers dan para koleganya. Rogers menyajikan deksripsi yang menarik mengenai mengenai penyebaran dengan proses perubahan sosial, di mana terdiri dari penemuan, difusi (atau komunikasi), dan konsekwensi-konsekwensi. Perubahan seperti di atas dapat terjadi secara internal dari dalam kelompok atau secara eksternal melalui kontak dengan agen-agen perubahan dari dunia luar. Kontak mungkin terjadi secara spontan atau dari ketidaksengajaan, atau hasil dari rencana bagian dari agen-agen luar dalam waktu yang bervariasi, bisa pendek, namun seringkali memakan waktu lama. Dalam difusi inovasi ini, satu ide mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat tersebar. Rogers menyatakan bahwa pada realisasinya, satu tujuan dari penelitian difusi adalah untuk menemukan sarana guna memperpendek keterlambatan ini. Setelah terselenggara, suatu inovasi akan mempunyai konsekuensi konsekuensi – mungkin mereka berfungsi atau tidak, langsung atau tidak langsung, nyata atau laten (Rogers dalam Littlejohn, 1996 : 336).

19.Teori Norma Budaya (Cultural Norms Theory)

Teori norma budaya menurut Melvin DeFleur hakikatnya adalah bahwa media massa melalui penyajiannya yang selektif dan penekanannya pada tema-tema tertentu, menciptakan kesan-kesan pada khalayak dimana norma-norma budaya umum mengenai topik yang diberi bobot itu dibentuk dengan cara-cara tertentu. Oleh karena itu perilaku individual biasanya dipandu oleh norma-norma budaya mengenai suatu hal tertentu, amak media komunikasi secara tidak langsung akan mempengaruhi perilaku.

20.Standpoint Theory 

Teori ini menjelaskan bahwa pengalaman individu, pengetahuan, dan perilaku komunikasi sebagian besar dibentuk oleh kelompok sosial dimana mereka aktif (Wood, J. T.,1982 dalam West, R., & Turner, L. H., 2000). Dari sinilah kita dapat menarik kerangka tentang sistematika pengaruh kekuatan pembentuk identitas. Secara kultural, bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan dan masa awal kemerdekaan adalah bangsa yang guyub. Keguyuban ini pun terbawa pada kolektif-kolektif komunitas Islam. Kita mengenal adanya komunitas pesantren NU, dan Muhamadiyyah pada masa sebelum kemerdekaan. Setelah kebijakan Soeharto di era tahun 1980-an yang lebih dekat dengan Islam, dan komunitas kolektif Islam menjadi semakin menjamur. Dan semakin banyaknya komunitas kolektif inilah yang kemudian banyak sekali mempengaruhi kehidupan warga Indonesia yang lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh media global telah tereduksi oleh keberadaan dan pengaruh komunitas kolektif yang memiliki high context culture. 

21.Teori Systematic Behavior

(Hull) Clark C Hull meng­ikuti jejak Thorndike dalam usahanya mengembangkan teori belajar. Prinsip‑prinsip yang digunakanya mirip de­ngan apa yang dikemukakan oleh para behavioris yaitu dasar stimulus‑respon dan adanya reinforcement. Clark C. Hull mengemukakan teorinya, yaitu bahwa suatu kebutuhan atau “keadaan terdorong” (oleh motif, tujuan, maksud, aspirasi, ambisi) harus ada dalam diri seseorang yang belajar, sebelum suatu respon dapat di­perkuat atas dasar pengurangan kebutuhan itu. Dalam hal ini efisiensi belajar tergantung pada besarnya tingkat pengurangan dan kepuasan motif yang menyebabkan timbulnya usaha belajar itu oleh respon‑respon yang dibuat individu itu. Setiap obyek, kejadian atau situasi dapat mempunyai nilai sebagai penguat apabila hal itu dihubungkan dengan penurunan terhadap suatu keadaan deprivasi (kekurangan) pada diri individu itu; yaitu jika obyek, kejadian atau situasi tadi dapat menjawab suatu kebutuhan pada saat individu itu melakukan respon. Prinsip penguat (reinforcer) menggunakan seluruh situasi yang memotivasi, mulai dari dorongan biologis yang merupakan kebutuhan utama seseorang sampai pada hasil‑hasil yang memberikan ganjaran bagi seseorang (misalnya: uang, perhatian, afeksi, dan aspirasi sosial ting­kat tinggi). Jadi, prinsip yang utama adalah suatu ke­butuhan atau motif harus ada pada seseorang sebelum belajar itu terjadi; dan bahwa apa yang dipelajari itu harus diamati oleh orang yang belajar sebagai sesuatu yang dapat mengurangi kekuatan kebutuhannya atau memuaskan kebutuhannya.

22.Teori Conectionism (Thorndike) 

Menurut teori trial and error (mencoba‑coba dan gagal) ini, setiap organisme jika dihadapkan dengan situasi baru akan melakukan tindakan‑tindakan yang sifatnya coba‑coba secara membabi buta jika dalam usaha mencoba‑coba itu secara ke­betulan ada perbuatan yang dianggap memenuhi tuntutan situasi, maka perbuatan yang kebetulan cocok itu kemudian “dipegangnya”. Karena latihan yang terus menerus maka waktu yang dipergunakan antuk melakukan perbuatan yang cocok itu makin lama makin efisien. Jadi, proses belajar menurut Thorndike melalui proses: 1 ) trial and error (mencoba‑coba dan mengalami kegagalan), dan 2) law of effect; Yang berarti bahwa segala tingkah laku yang berakibatkan suatu keadaan yang memuaskan (cocok dengan tuntutan situasi) akan diingat dan dipelajari dengan sebaik‑baiknya. Sedangkan segala tingkah laku yang berakibat tidak menye­nangkan akan dihilangkan atau dilupakannya. Tingkah laku ini terjadi secara otomatis. Otomatisme dalam belajar itu dapat dilatih dengan syarat‑syarat tertentu, pada binatang juga pada manusia. Thorndike melihat bahwa organisme itu (juga manusia) sebagai mekanismus; hanya bergerak atau bertindak jika ada pe­rangsang yang mempengaruhi dirinya. Terjadinya otomatis­me dalam belajar menurut Thorndike disebabkan adanya law of effect itu. Dalam kehidupan sehari‑hari law of effect itu dapat terlihat dalam hal memberi penghargaan atau ganjaran dan juga dalam hal memberi hukuman dalam pendidikan. Akan tetapi me­nurut Thorndike yang lebih memegang peranan dalam pen­didikan ialah hal memberi penghargaan atau ganjaran dan itulah yang lebih dianjurkan. Karena adanya law of effect terjadilah hubungan (connection) atau asosiasi antara tingkah laku reaksi yang dapat mendatangkan sesuatu dengan hasil biaya (effect). Karena adanya koneksi antara reaksi dengan hasilnya itu maka teori Thorndike disebut juga Connectionism.

23.Teori administrasi Teoritikus

administrasi pertama dan paling berpengaruh adalah industrialis berkebangsaan Perancis yaitu Henry Fayol pada tahun 1916, Fayol mengidentifikasi beberapa prinsip manajemen. Prinsip-prinsip tersebut telah diterapkan secara luas pada desain dan praktek organisasi dan memberikan pengaruh kuat pada desain dan administrasi organisasi industri modern. Teori administrasi dikembangkan sebagai panduan preskriptif bagi manajemen organisasi industri sesuai penggunaan kaidah dan otoritas secara langsung. Di sini diperlihatkan kekuatan dan kelemahan dari teori administrasi. Prinsip dasar preskriptif dari teori administrasi membuat teori tersebut sangat pragmatis dan dapat diaplikasikan pada organisasi bisnis. Sebelumnya, karena tidak ada prinsip manajemen universal yang dapat diaplikasikan secara merata pada semua situasi organisasi, prinsip teori administrasi dapat disalahartikan, bertentangan dan tidak sesuai dalam penggunaannya ketika berhubungan dengan masalah-masalah organisasi yang berbeda. Di samping itu, seperti yang akan kita bahas secara mendalam pada bagian akhir bab ini, prinsip teori administrasi, seperti prinsip birokrasi, sering dihubungkan sebagai bentuk yang kaku dan tidak peka terhadap kebutuhan anggota organisasi.

24.Teori Fungsional

Dengan munculnya kontruktivisme dalam dunia psikologi, dalam tahun-tahun terakhir ini menjadi lebih jelas bahwa belajar bahasa berkembang dengan baik di bawah gagasan kognitif dan struktur ingatan. Para peneliti bahasa mulai melihat bahwa bahasa merupakan manifestasi kemampuan kognitif dan efektif untuk menjelajah dunia, untuk berhubungan dengan orang lain dan juga keperluan terhadap diri sendirisebagai manusia. Lebih lagi kaedah generatif yang diusulkan di bawah naungan nativisme itu bersifat abstrak, formal, eksplisit dan logis, meskipun kaidah itu lebih mengutamakan pada bentuk bahasa dan tidak pada tataran fungsional yang lebih dari makna yang dibentuk dari makna yang dibentuk dari interaksi sosial.
a. Kognisi dan perkembangan bahasa Piaget menggambarkan penelitian itu sebagai interaksi anak dengan lingkungannya dengan interaksi komplementer antara perkembangan kapasitas kognitif perseptual dengan pengalaman bahasa mereka. Penelitian itu berkaitan dengan hubungan antara perkembangan kognitif dengan pemerolehan bahasa pertama. Slobin menyatakan bahwa dalam semua bahasa, belajar makna bergantung pada perkembangan kognitif dan urutan perkembangannya lebih ditentukan oleh kompleksitas makna itu dari pada kompleksitas bentuknya. Menurut dia ada dua hal yang menentukan model: 1) Pada asas fungsional, perkembangan diikuti oleh perkembangan kapasitas komunikatif dan konseptual yang beroperasi dalam konjungsi dengan skema batin konjungsi. 2) Pada asas formal, perkembangan diikuti oleh kapasitas perseptual dan pemerosesan informasi yang bekerja dalam konjungsi dan skema batin tata bahasa. b. Interaksi Sosial dan Perkembangan Bahasa Akhir-akhir ini semakin jelas bahwa fungsi bahasa berkembang dengan baik di luar pikiran kognitif dan struktur memori. Di sini tampak bahwa kontruktivis sosial menekankan prespektif fungsional. Bahasa pada hakikatnya digunakan untuk komunikasi interaktif. Oleh sebab itu kajian yang cocok untuk itu adalah kajian tentang fungsi komunikatif bahasa, fungsi pragmatik dan komunikatif dikaji dengan segala variabilitasnya.

25. Teori Belajar Sosial (Bandura)

Teori belajar Bandura (Albert Bandura:1925) adalah teori belajar social atau kognitif social serta efikasi diri yang menunjukkan pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku, sikap dan emosi orang lain. Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi tingkah laku timbale balik yang berkesinambungan antara kognitine perilaku dan pengaruh lingkungan. Factor-faktor yang berproses dalam observasi adalah perhatian, mengingat, produksi motorik, motivasi. Ternyata tidak semua perilaku dapat dijelaskan dengan pelaziman. Bandura menambahkan konsep belajar sosial (social learning). Ia mempermasalahkan peranan ganjaran dan hukuman dalam proses belajar. Kaum behaviorisme tradisional menjelaskan bahwa kata-kata yang semula tidak ada maknanya, dipasangkan dengan lambak atau obyek yang punya makna (pelaziman klasik).

26.Teori Operant Conditioning (Skinner)

Skinner (1904-1990), menganggap reward dan rierforcement merupakan factor penting dalan belajar. Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi adalah meramal mengontrol tingkah laku. Pda teori ini guru memberi penghargaan hadiah atau nilai tinggi sehingga anak akan lebih rajin. Teori ini juga disebut dengan operant conditioning. . Operans conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku operans yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat diulang kembali atau menghilang sesuai keinginan. Operant conditing menjamin respon terhadap stimuli.Bila tidak menunjukkan stimuli maka guru tidak dapat membimbing siswa untuk mengarahkan tingkah lakunya. Guru memiliki peran dalam mengontrol dan mengarahkan siswa dalam proses belajar sehingga tercapai tujuan yang diinginkan.
Prinsip belajar Skinners adalah : - Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa jika salah dibetulkan jika benar diberi penguat. - Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Materi pelajaran digunakan sebagai sistem modul. - Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri, tidak digunakan hukuman. Untuk itu lingkungan perlu diubah untuk menghindari hukuman. - Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforcer. - Dalam pembelajaran digunakan shapping.

27.Teori Classical Conditioning (Pavlov dan Watson) 

Menurut teori conditioning (Ivan Petrovich Pavlo:1849-1936), belajar adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena ada­nya syarat‑syarat (conditions) yang kemudian menimbul­kan reaksi (response). Untuk menjadikan seseorang itu belajar haruslah kita memberikan syarat‑syarat tertentu. Yang terpenting dalam belajar menurut teori conditioning ialah adanya latihan‑latihan yang kontinu. Yang diutama­kan dalam teori ini ialah hal belajar yang terjadi secara otomatis. Penganut teori ini mengatakan bahwa segala tingkah laku manusia. juga tidak lain adalah hasil daripada conditi­oning. Yakni hasil daripada latihan‑latihan atau kebiasaan-­kebiasaan mereaksi terhadap syarat‑syarat/perangsang­-perangsang tertentu yang dialaminya di dalam kehidup­annya. Kelemahan dari teori conditioning ini ialah, teori ini menganggap bahwa belajar itu hanyalah terjadi secara otomatis; keaktifan dan penentuan pribadi dalam tidak dihiraukannya. Peranan latihan/kebiasaan terlalu ditonjolkan. Sedangkan kita tahu bahwa dalam bertindak dan berbuat sesuatu, manusia tidak semata‑mata ter­gantung kepada pengaruh dari luar. Aku atau pribadinya sendiri memegang peranan dalam memilih dan menentu­kan perbuatan dan reaksi apa yang akan dilakukannya. Teori conditioning ini memang tepat kalau kita hubung­kan dengan kehidupan binatang. Pada manusia teori ini hanya dapat kita terima dalam hal‑hal belajar tertentu saja; umpamanya dalam belajar yang mengenai skills (kecakapan-kecakapan) tertentu dan mengenai pembiasaan pada anak‑anak kecil.

Friday, 4 July 2014

fenomenologi (50 soal tanya jawab)



1.      jelaskan arti kata fenomenologi...?
fenomenologi (inggris; phenomenology) berasal bahasa yunani phainomenon dan logos. phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan . sedangkan logos berarti kata, ucapan,rasio, dan pertimbangan. dengan demikian fenomenologi secara umum, dapat di artikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak.
2.      jelaskan pengertian fenomenologi...?
fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia dalam sebuah fenomena.
3.      apakah fenomenologi menyampingkan akal pikiran...?
iya. karna pandangan fenomenologi pengetahuan itu muncul dari diri manusia dengan pengalaman dan indra. jadi pengalaman ataupun indrawi sangat berpatokan dengan akal pikiran.karna akal pikiranlah yang mengadakan pengalaman itu dan apayang diliat maupun dirasakan oleh indra, sehingga akallah yang mengadakannya.
4.      Dalam pandangan fenomenologi, apakah fenomenolog mempercayai adanya Tuhan ?
jawab : Tidak, karna ketika kita melihat pandangan Husserl dalam fenomenologi          memberi pengetahuan yang perlu dan esensial mengenai apa yang ada , dan hegelpun barkata tidak lain merupakan penampakan atau kegejalaan dari pengetahuan indrawi. ini sudah jelas dari pandangan husserl dan hegel, dia tidak percaya adanya TUHAN dari pandangannya tentang fenomenologi.
5.      apakah fenomenologi  hanya menjelaskan realitas, kalau tidak jelaskan dan kalau iya jelaskan...?
iya. karna fenomenologi pada hakikatnyahanya berbicara tentang realitas,karna kita hidup di dunia kehidupan. dari dunia kehidupanlah sehingga adanya realitas terjadi.
6.      apakh fenomenologi juga menyampingkan realitas  indra...?
iya. dalam dunia kehidupan indra sangat berperan penting, yang dimana segala sesuatufenomena yang terjadi di dunia materialindra yang ngeliat ataupun merasakan objek yang dimana timbullah dalam akal untuk memaknainya.
7.       Apa hubungannya dunia kehidupan dan fenomenologi...?
hubungannya ialah karna dunia kehidupan membentuk kenyataan manusia yakni unsur dunia sehari-hari yang ia alami dan jalani, sebelum ia menteorikannya atau mereflesikannya. yang di mana fenomenologi di artikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak.

8.      mengapa perbincangan fenomenologi sangat penting...?
karna memperbincangkan fenomenologi tidak bisa di tinggalkan pembicaraan mengenai dunia kehidupan. dari pengalaman serta gambarang kehidupan sehari-hari sehingga pembicaraan fenomenologi sangat penting dalam dunia kehidupan. fenomenologi bagian dari ilmu pengetahuan.
9.       mengapa husserl mengistilahkan fenomenologi suatu yang nampak...?
karna husserl sangat menyampingkan indra, pengalaman maupun akal pikiran, yang dimana indralah dan akal pikran sehingga segala sesuatu yang ada di dunia kehidupan di katakan ketika indra dan akal pikiran menamai dan memaknainyadan menjadikannya ada ataupun nampak. karna segala sesutu di dunia ini nampak ketika indra dan akal pikirang menerimanya.
10.   tuliskan penjelasan fenomenologi menurut edmund husserl...?
setiap objek memiliki hakikat. dan itu berbicara kepada manusia jika manusia membuka diri kepada gejala-gejala yang manusia terima.
11.   tuliskan tugas utama fenomenologi menurut husserl...?
yaitu menjalin keterkaitan manusia dengan relitas.
12.  jelaskan yng di maksud metode epoche...?
kata epoche berasal dari kata yunani yaitu menunda keputusan “atau’ mengosongkan diri dari keyakinan tertentu.
epoche bisa juga berarti tanda kurung (bracketing) terhadap setiap keterangan yang di peroleh dari suatu fenomena yang nampak, tanpa memberikan putusan benar salahnya terlebih dahulu.
13.   jelaskan apa yang di maksud dengan dunia kehidupan...?
dunia kehidupan adalah unsur-unsur sehari-hari yang membentuk kenyataan seseorang. yakni unsur-unsur dunia sehari-hari yang ia alami dan jalani.
14.  apakah pengetahuan berhubungan dengan pengalaman...?
iya. karna pengetahuan di temukan secara langsung dalam pengalaman sadar. manusia akan mengetahui dunia ketika manusia berhungan langsung dengan pengalaman itu, maka timbullah suatu pemaknaan dalam pengalaman itu dan muncullah suatu pengetahuan.
15.  jelaskan pandangan fenomenologi klasik...?
fenomenologi klasik percaya pada kebenaran hanya bisa di dapatkan melalui pengarahan pengalaman, artinya hanya mempercayai suatu kebenaran dari sudut pandangannya sendiri atau objeknya.
16.  jelaskan pandangan fenomenologi persepsi...?
fenomenologi persepsi percaya pada suatu kebenaran bisa di dapatkan dari sudut pandang yang berbeda-beda, tidak hanya membatasi fenomenologi pada objektifitas atau bisa di katakan lebih objektif.
17.  jelaskan pandangan fenomenologi hemeneotik...?
percaya pada suatu kebenaran yang ditinjau baik dari aspek obyektifitas ataupun subyetifitas. dan juga di sertai dengan analisis guna menarik suatu kesimpulan.
18.  mengapa dalam tradisi fenomenologi terus mengamati kehidupan sehari-hari...?
begini. inti dari tradisi fenomenologi adalah mengamati kehidupan dalam keseharian dalam suasana yang alamiah. karna fenomenologi memandang manusia secara aktif meginterprestasikan pengalaman sehingga mereka dapat memahami lingkungan dan segala sesuatu.
19.   jelaskan pengertian fenomenologi menurut hegel...?
menurut hegel (1807), memperluas pengertian fenomenologi dengan merumuskan sebegai ilmu mengenai pengalaman kesadaran, yakni suatu pemaparan dialektis perjalanan kesadaran kodrati menuju kepada pengetahuan yang sebenarnya.
20.  jelaskan tujuan utama fenomenologi menurut husserl.../
edmund husserl (1859-1938), justru bertujuan mencari yang esensial atau eidos (esensi) dari apa yang di sebut fenomena dengan cara membiarkan fenomena itu berbicara sendiri tanpa di barengi dengan prasangka (presupposition).
21.   menurut husserl, epoche memiliki 4 macam method, sebutkan dan jelaskan...?
      menurut husserl, epoche memiliki 4 macam, yaitu :
a.      method of historikal bracketing ; metode yang mengesampingkan aneka macam teori dan pandangan yang pernah kita terima dalam kehidupan sehari-hari, baik dari adap, agama maupun ilmu pengetahuan,
b.      method of existensional bracketing; meninggalkan atau abstain terhadap semua sikap keputusan atau sikap diam dan menunda,
c.       method of transcendental reduction; mengelola data yang kita sadari menjadi gejala yang transcendental dalam kesadaran murni,
d.      method of eidetic reduction; mencari esensi fakta, semacam fakta-fakta tentang realitas menjadi esensi atau intisari realitas itu,
22.  apa tujuan dari fenomenologi...?
tujuan fenomenologi adalah untuk mendapatkan pengetahuan yang murniobjektif tanpa pengaruh berbagai pandangan sebelumnya, baik dari adat, agama, ataupun ilmu pengetahuan sesuatu yang absurd.
23.   apakah fenomenologi memberikan peran terhadap subjek untuk ikut terlibat dalam objek yang di amati...?
iya. subjek memberikan peran kepada objek yang di amati, karna subjeklah yang memaknai dan menamai kepada objek yang di amati tersebut.
24.   jelaskan fenomenologi sebagai metode...?
fenomenologi sebagai metode membentangkan lanhkah-langkah yang harus di ambil sehingga kita sampai pada fenomena yang murni. fenomenologi mempelajari dan melukiskan ciri-ciri intrinsik fenomena sebagai mana fenomena itu sendiri menyikap diri kepada kesadaran.
25.   jika pengetahuan murni objektif tanpa berpengaruh pada pandangan fenomenologi sebelumnya, apakah adat tidak dapat di kategorikan sebagai objek kajian fenomenologi...?
iya. karna objek kajian fenomenologi hanya tertuju pada objek kajian yang realistik.
26.   mengapa fenomenologi menurut pendekatan yang holistik, bukan partial...?
karna fenomenologi memandang objek kajiannya sebagai kebulatan yang utuh, tidak terpisah dari objek lainnya, sehingga di peroleh pemahaman yang utuh mengenai objek yang diamati.
27.  apakah akibat fenomenologi memberikan peran terhadap subjek untuk ikut terlibat dalam objek yang diamati...?
jarak antara subjek dan objek yang di amati kabur atau tidak jelas, dengan demikian pengetahuan atau kebenaran yang di hasilkan cenderung subjektif, yang hanaya berlaku pada kasus tertentu, situasi dan kondisi tertentu, serta dalam waktu tertentu.
28.   apa alasan filsafat fenomenologi berbeda dalam memandang objek, di banding dengan filsafat positivisme...?
karna filsafat fenomenologi memandang objek sebagai kebulatan dalam konteks natural, sehingga menuntut pendekatan yang holistik bukan pendekatan patrial.
29.   apakah fenomenologimembutukan keberadaan manusia...?
iya. karna dari keberadaan manusialah sehingga segala sesuatu dapat ada dan termaknai, dari manusialah sehingga realitas yang terjadi di dunia kehidupan sehari-hari manjadi fenomena-fenomena realitas yang nyata.
30.   di manakah fenomena realitas itu terjadi...?
ketika fenomena realitas itu terjadi pada diri manusia dan memaknainya, karna dari pengetahuan diri manusia sehingga fenomena realitas itu ada.karna kita berada di dunia kehidupan.
31.  apakah segala sesuatu yang di katakan fenomena...?
iya. karna kita ada di dunia kehidupan, maka segala sesuatu yang ada di katakan sebagai fenomena atau hal kajian subjek kepada objek, ketika objek termaknai. seperti kita berjalan, ini di katakan fenomena dan mempunyai makna dan tujuan karna adanya perpindahan antara tempat ketempat yang lain dan ini mempunyai unsur tujuan.
32.  mengapa edmund husserl di kenal sebagai tokoh besar...?
karna edmund husserl dikenal memulai fenomenologi untuk mematok suatu dasar yang tak dapat di bantah, ia memakai apa yang di sebutnya metode fenomenologis sehingga ia di kenal sebagai tokoh besar walaupun fenomenologi sudah ada sebelum hussserl.
33.  sebutkan 2 langkah yang di ajkan oleh husserl...?
2 langkah yang di ajukan oleh husserl yaitu;
a.       metode epoche
b.      eidetich vision
34.  mengapa edmund hussserl  menekankan watak intensional kesadaran...?
karna husserl memahami fenomena sebagai suatu analisis deskriptik serta introspektif mengenai kedalaman dari semua bentuk kesadaran  dan pengalaman-pengalaman-pengalaman langsung seperti relegius, moral, estetis, konseptual, serta indrawi.
35.  dalam fenomenologi, adakah yang mencampuri kesadaran manusia...?
tidak. karna fenomena tampil dalam kesadaran pada hakikatnya adalah benar-benar natural tanpa di campuri oleh pesupposisi pengamat.
36.   apakah fenomenologi dapat menjadi tradisi...?
iya. karna pada dasarnya fenomenologi adalah suatu tradisi pengkajian yang di gunakan untuk mengekplorasi pengalaman manusia.
37.  jelaskan asumsi pokok fenomenologi...?
asumsi pokok fenomenologi adalah manusia secara aktif menginterprestasikan pengalamannya dengan memberikan makna atas sesuatu yang dialaminya. oleh karena itu interprestasi merupakan proses aktif untuk memberikan makna atas sesuatu yang dialami manusia.
38.   apakah suaatu objek itu ada, ketika manusia memaknainya...?
iya. karna makna suatu objek terdiri dari kekuatan objek dalam kehidupan seseorang. bagaimana manusia berhubungan dengan suatu objek menentukan maknanya bagi objek tersebut yang di maknai.
39.   mengapa sebuah studi dalam filsafat mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena...?
karna menurut pandangan fenomenologi, sumber pengetahuan dan kebenaran di timbulkan oleh fenomena-fenomena yang terjadi didunia kehidupan dengan pengalaman, oleh karena itu manusia menginterprestasikan pengalamannya dengan memberikan makna atas sesuatu yang dialaminya.
40.   jelaskan gejala terbentuknya pengetahuan manusia dalam pandangan fenomenologi...?
secara epistemologi dapat di lihat dari antara kutub si pengenal dan kutub yang di kenal, atau antara subjek dan objek. subjek adalah  manusia dengan akal budinya, sedangkan objek adalah kenyataan yang di amati dan di alami di alam semesta ini.
41.  adakah pengetahuan timbul pada diri manusia ketika manusia tidak mengalami fenomena...?
kita kembali kepandangan fenomenologi, otomatis pengetahuan tidak akan timbul pada diri manusia tanpa adanya fenomena karna kita hidup di dunia kehidupan , karna suatu fenomena yang dialami manusia itu adalah sumber pengetahuan. maka manusia harus berperan penting dalam mengamati segala sesuatu dan memberikan makna yang terjadi atau kepada objek yang ia amati.
42.  mengapa husserl mengatakan bahwa sumber pengtahuan di timbulkan oleh gejala atau fenomena...?
karna ia berkesimpulan bahwa ilmu pengetahuan muncul karna apa yang sudah di  ketahui secara spontasdan langsung di susun dan di atur secara sistematis dengan menggunakan metode tertentu yang bersifat baku. karena di timbulkan gejalaatau fenomena.
43.  apa itu kesengajaan menurut fenomenologi hussserl...?
menurut husserl kesengajaan adalah orientasi fikiran terhadap suatu objek, objek atau sesuatu tersebut bisa nyata bisa tidak nyata .kita ambil contoh; objek nyata seperti sebongkah kayu yang di bentuk dengan tujuan tertentu dan kita akan namakan dengan kursi.
44.  bagaimanakah yang di maksud objek tidak nyata dalam pandangan husserl...?
dalam pandangan hussserl, objek yang tidak nyata itu, misalnya kosep tentang tanggung jawab, kesabaran, dan konsep lain yang abstrak atau tidak real.
45.   mengapa fenomenologi sebagai metode ilmu...?
fenomenologi di pahami sabagai segala sesuatu yang dengan suatu cara tertentu tampil dalam kesadaran amnusia. baik sesuatu rekaan maupun sesuatu yang nyata, mengembangkan suatu yang tidak memalsukan fenomena melainkan mendeskripsikannya seperti penampilannya tanpa prasangka sama sekali. karna tugas utama fenomenologi, menjalin keterkaitan manusia dengan realitas.
46.  mengapa fenomenologi harus ada...?
mengapa fenomenologi harus ada, karna kita berada di dunia material. apa-apa yang ada didnia material semuanya dari fenomena, fenomena dalam memberi pengetahuan atau memaknai sutu objek dan tujuan dari pemaknaan itu.
47.  apakah semua mahluk hidup dan benda mati adalah objek kajian fenomenologi...?
yang patinya ia, karna kita berada di dunia material. apa-apa yang ada di dunia material baik yang hidup maupun yang mati semuanya objek kajian dari fenomenologi.
48.  fenomenologi  objek kajiannya adalah tentang  fenomena, apakah dalam fenomena spiritual juga termasuk objek kajian...?
iya. spiritual bagian dari fenomena sudah barang tentu bagian objek kajian fenomenologi. karna merunjuk kepada tradisi amaupu adat masyarakat.dan apa-apa yang ada itu semua di kategorikan objek kajian fenomenologi.
49.  apakah fenomenologi berhubungan dengan komunikasi...?
iya. karna komunikasi sebagai proses berbagai pengalaman atau informasi antar individu melalui dialog. dari komunikasi menggunakan suatu bahasa adalah memiliki suatu pemaknaan terhadap benda , jadi satu kata saja  sudah dapat memberikan  pemaknaan pada suatu hal yang ingin di maknai.
50.  bagaimanakah kita memahami segala sesuatu...?
begini, dalam memahami segala sesuatu kita harus keobjeknya. artinya sesuatu yang dapat di lihat , di dengar, di rasakan, dan di pikirkan, supaya kita memahami segala sesuatu dan mengetahuinya.kitapun tidak lepas dari subjek atau objek yang kita amati, supaya kita memahaminya dan mengetahuinya.


1.      jelaskan arti kata fenomenologi...?
fenomenologi (inggris; phenomenology) berasal bahasa yunani phainomenon dan logos. phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan . sedangkan logos berarti kata, ucapan,rasio, dan pertimbangan. dengan demikian fenomenologi secara umum, dapat di artikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak.
2.      jelaskan pengertian fenomenologi...?
fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia dalam sebuah fenomena.
3.      apakah fenomenologi menyampingkan akal pikiran...?
iya. karna pandangan fenomenologi pengetahuan itu muncul dari diri manusia dengan pengalaman dan indra. jadi pengalaman ataupun indrawi sangat berpatokan dengan akal pikiran.karna akal pikiranlah yang mengadakan pengalaman itu dan apayang diliat maupun dirasakan oleh indra, sehingga akallah yang mengadakannya.
4.      Dalam pandangan fenomenologi, apakah fenomenolog mempercayai adanya Tuhan ?
jawab : Tidak, karna ketika kita melihat pandangan Husserl dalam fenomenologi          memberi pengetahuan yang perlu dan esensial mengenai apa yang ada , dan hegelpun barkata tidak lain merupakan penampakan atau kegejalaan dari pengetahuan indrawi. ini sudah jelas dari pandangan husserl dan hegel, dia tidak percaya adanya TUHAN dari pandangannya tentang fenomenologi.
5.      apakah fenomenologi  hanya menjelaskan realitas, kalau tidak jelaskan dan kalau iya jelaskan...?
iya. karna fenomenologi pada hakikatnyahanya berbicara tentang realitas,karna kita hidup di dunia kehidupan. dari dunia kehidupanlah sehingga adanya realitas terjadi.
6.      apakh fenomenologi juga menyampingkan realitas  indra...?
iya. dalam dunia kehidupan indra sangat berperan penting, yang dimana segala sesuatufenomena yang terjadi di dunia materialindra yang ngeliat ataupun merasakan objek yang dimana timbullah dalam akal untuk memaknainya.
7.       Apa hubungannya dunia kehidupan dan fenomenologi...?
hubungannya ialah karna dunia kehidupan membentuk kenyataan manusia yakni unsur dunia sehari-hari yang ia alami dan jalani, sebelum ia menteorikannya atau mereflesikannya. yang di mana fenomenologi di artikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak.

8.      mengapa perbincangan fenomenologi sangat penting...?
karna memperbincangkan fenomenologi tidak bisa di tinggalkan pembicaraan mengenai dunia kehidupan. dari pengalaman serta gambarang kehidupan sehari-hari sehingga pembicaraan fenomenologi sangat penting dalam dunia kehidupan. fenomenologi bagian dari ilmu pengetahuan.
9.       mengapa husserl mengistilahkan fenomenologi suatu yang nampak...?
karna husserl sangat menyampingkan indra, pengalaman maupun akal pikiran, yang dimana indralah dan akal pikran sehingga segala sesuatu yang ada di dunia kehidupan di katakan ketika indra dan akal pikiran menamai dan memaknainyadan menjadikannya ada ataupun nampak. karna segala sesutu di dunia ini nampak ketika indra dan akal pikirang menerimanya.
10.   tuliskan penjelasan fenomenologi menurut edmund husserl...?
setiap objek memiliki hakikat. dan itu berbicara kepada manusia jika manusia membuka diri kepada gejala-gejala yang manusia terima.
11.   tuliskan tugas utama fenomenologi menurut husserl...?
yaitu menjalin keterkaitan manusia dengan relitas.
12.  jelaskan yng di maksud metode epoche...?
kata epoche berasal dari kata yunani yaitu menunda keputusan “atau’ mengosongkan diri dari keyakinan tertentu.
epoche bisa juga berarti tanda kurung (bracketing) terhadap setiap keterangan yang di peroleh dari suatu fenomena yang nampak, tanpa memberikan putusan benar salahnya terlebih dahulu.
13.   jelaskan apa yang di maksud dengan dunia kehidupan...?
dunia kehidupan adalah unsur-unsur sehari-hari yang membentuk kenyataan seseorang. yakni unsur-unsur dunia sehari-hari yang ia alami dan jalani.
14.  apakah pengetahuan berhubungan dengan pengalaman...?
iya. karna pengetahuan di temukan secara langsung dalam pengalaman sadar. manusia akan mengetahui dunia ketika manusia berhungan langsung dengan pengalaman itu, maka timbullah suatu pemaknaan dalam pengalaman itu dan muncullah suatu pengetahuan.
15.  jelaskan pandangan fenomenologi klasik...?
fenomenologi klasik percaya pada kebenaran hanya bisa di dapatkan melalui pengarahan pengalaman, artinya hanya mempercayai suatu kebenaran dari sudut pandangannya sendiri atau objeknya.
16.  jelaskan pandangan fenomenologi persepsi...?
fenomenologi persepsi percaya pada suatu kebenaran bisa di dapatkan dari sudut pandang yang berbeda-beda, tidak hanya membatasi fenomenologi pada objektifitas atau bisa di katakan lebih objektif.
17.  jelaskan pandangan fenomenologi hemeneotik...?
percaya pada suatu kebenaran yang ditinjau baik dari aspek obyektifitas ataupun subyetifitas. dan juga di sertai dengan analisis guna menarik suatu kesimpulan.
18.  mengapa dalam tradisi fenomenologi terus mengamati kehidupan sehari-hari...?
begini. inti dari tradisi fenomenologi adalah mengamati kehidupan dalam keseharian dalam suasana yang alamiah. karna fenomenologi memandang manusia secara aktif meginterprestasikan pengalaman sehingga mereka dapat memahami lingkungan dan segala sesuatu.
19.   jelaskan pengertian fenomenologi menurut hegel...?
menurut hegel (1807), memperluas pengertian fenomenologi dengan merumuskan sebegai ilmu mengenai pengalaman kesadaran, yakni suatu pemaparan dialektis perjalanan kesadaran kodrati menuju kepada pengetahuan yang sebenarnya.
20.  jelaskan tujuan utama fenomenologi menurut husserl.../
edmund husserl (1859-1938), justru bertujuan mencari yang esensial atau eidos (esensi) dari apa yang di sebut fenomena dengan cara membiarkan fenomena itu berbicara sendiri tanpa di barengi dengan prasangka (presupposition).
21.   menurut husserl, epoche memiliki 4 macam method, sebutkan dan jelaskan...?
      menurut husserl, epoche memiliki 4 macam, yaitu :
a.      method of historikal bracketing ; metode yang mengesampingkan aneka macam teori dan pandangan yang pernah kita terima dalam kehidupan sehari-hari, baik dari adap, agama maupun ilmu pengetahuan,
b.      method of existensional bracketing; meninggalkan atau abstain terhadap semua sikap keputusan atau sikap diam dan menunda,
c.       method of transcendental reduction; mengelola data yang kita sadari menjadi gejala yang transcendental dalam kesadaran murni,
d.      method of eidetic reduction; mencari esensi fakta, semacam fakta-fakta tentang realitas menjadi esensi atau intisari realitas itu,
22.  apa tujuan dari fenomenologi...?
tujuan fenomenologi adalah untuk mendapatkan pengetahuan yang murniobjektif tanpa pengaruh berbagai pandangan sebelumnya, baik dari adat, agama, ataupun ilmu pengetahuan sesuatu yang absurd.
23.   apakah fenomenologi memberikan peran terhadap subjek untuk ikut terlibat dalam objek yang di amati...?
iya. subjek memberikan peran kepada objek yang di amati, karna subjeklah yang memaknai dan menamai kepada objek yang di amati tersebut.
24.   jelaskan fenomenologi sebagai metode...?
fenomenologi sebagai metode membentangkan lanhkah-langkah yang harus di ambil sehingga kita sampai pada fenomena yang murni. fenomenologi mempelajari dan melukiskan ciri-ciri intrinsik fenomena sebagai mana fenomena itu sendiri menyikap diri kepada kesadaran.
25.   jika pengetahuan murni objektif tanpa berpengaruh pada pandangan fenomenologi sebelumnya, apakah adat tidak dapat di kategorikan sebagai objek kajian fenomenologi...?
iya. karna objek kajian fenomenologi hanya tertuju pada objek kajian yang realistik.
26.   mengapa fenomenologi menurut pendekatan yang holistik, bukan partial...?
karna fenomenologi memandang objek kajiannya sebagai kebulatan yang utuh, tidak terpisah dari objek lainnya, sehingga di peroleh pemahaman yang utuh mengenai objek yang diamati.
27.  apakah akibat fenomenologi memberikan peran terhadap subjek untuk ikut terlibat dalam objek yang diamati...?
jarak antara subjek dan objek yang di amati kabur atau tidak jelas, dengan demikian pengetahuan atau kebenaran yang di hasilkan cenderung subjektif, yang hanaya berlaku pada kasus tertentu, situasi dan kondisi tertentu, serta dalam waktu tertentu.
28.   apa alasan filsafat fenomenologi berbeda dalam memandang objek, di banding dengan filsafat positivisme...?
karna filsafat fenomenologi memandang objek sebagai kebulatan dalam konteks natural, sehingga menuntut pendekatan yang holistik bukan pendekatan patrial.
29.   apakah fenomenologimembutukan keberadaan manusia...?
iya. karna dari keberadaan manusialah sehingga segala sesuatu dapat ada dan termaknai, dari manusialah sehingga realitas yang terjadi di dunia kehidupan sehari-hari manjadi fenomena-fenomena realitas yang nyata.
30.   di manakah fenomena realitas itu terjadi...?
ketika fenomena realitas itu terjadi pada diri manusia dan memaknainya, karna dari pengetahuan diri manusia sehingga fenomena realitas itu ada.karna kita berada di dunia kehidupan.
31.  apakah segala sesuatu yang di katakan fenomena...?
iya. karna kita ada di dunia kehidupan, maka segala sesuatu yang ada di katakan sebagai fenomena atau hal kajian subjek kepada objek, ketika objek termaknai. seperti kita berjalan, ini di katakan fenomena dan mempunyai makna dan tujuan karna adanya perpindahan antara tempat ketempat yang lain dan ini mempunyai unsur tujuan.
32.  mengapa edmund husserl di kenal sebagai tokoh besar...?
karna edmund husserl dikenal memulai fenomenologi untuk mematok suatu dasar yang tak dapat di bantah, ia memakai apa yang di sebutnya metode fenomenologis sehingga ia di kenal sebagai tokoh besar walaupun fenomenologi sudah ada sebelum hussserl.
33.  sebutkan 2 langkah yang di ajkan oleh husserl...?
2 langkah yang di ajukan oleh husserl yaitu;
a.       metode epoche
b.      eidetich vision
34.  mengapa edmund hussserl  menekankan watak intensional kesadaran...?
karna husserl memahami fenomena sebagai suatu analisis deskriptik serta introspektif mengenai kedalaman dari semua bentuk kesadaran  dan pengalaman-pengalaman-pengalaman langsung seperti relegius, moral, estetis, konseptual, serta indrawi.
35.  dalam fenomenologi, adakah yang mencampuri kesadaran manusia...?
tidak. karna fenomena tampil dalam kesadaran pada hakikatnya adalah benar-benar natural tanpa di campuri oleh pesupposisi pengamat.
36.   apakah fenomenologi dapat menjadi tradisi...?
iya. karna pada dasarnya fenomenologi adalah suatu tradisi pengkajian yang di gunakan untuk mengekplorasi pengalaman manusia.
37.  jelaskan asumsi pokok fenomenologi...?
asumsi pokok fenomenologi adalah manusia secara aktif menginterprestasikan pengalamannya dengan memberikan makna atas sesuatu yang dialaminya. oleh karena itu interprestasi merupakan proses aktif untuk memberikan makna atas sesuatu yang dialami manusia.
38.   apakah suaatu objek itu ada, ketika manusia memaknainya...?
iya. karna makna suatu objek terdiri dari kekuatan objek dalam kehidupan seseorang. bagaimana manusia berhubungan dengan suatu objek menentukan maknanya bagi objek tersebut yang di maknai.
39.   mengapa sebuah studi dalam filsafat mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena...?
karna menurut pandangan fenomenologi, sumber pengetahuan dan kebenaran di timbulkan oleh fenomena-fenomena yang terjadi didunia kehidupan dengan pengalaman, oleh karena itu manusia menginterprestasikan pengalamannya dengan memberikan makna atas sesuatu yang dialaminya.
40.   jelaskan gejala terbentuknya pengetahuan manusia dalam pandangan fenomenologi...?
secara epistemologi dapat di lihat dari antara kutub si pengenal dan kutub yang di kenal, atau antara subjek dan objek. subjek adalah  manusia dengan akal budinya, sedangkan objek adalah kenyataan yang di amati dan di alami di alam semesta ini.
41.  adakah pengetahuan timbul pada diri manusia ketika manusia tidak mengalami fenomena...?
kita kembali kepandangan fenomenologi, otomatis pengetahuan tidak akan timbul pada diri manusia tanpa adanya fenomena karna kita hidup di dunia kehidupan , karna suatu fenomena yang dialami manusia itu adalah sumber pengetahuan. maka manusia harus berperan penting dalam mengamati segala sesuatu dan memberikan makna yang terjadi atau kepada objek yang ia amati.
42.  mengapa husserl mengatakan bahwa sumber pengtahuan di timbulkan oleh gejala atau fenomena...?
karna ia berkesimpulan bahwa ilmu pengetahuan muncul karna apa yang sudah di  ketahui secara spontasdan langsung di susun dan di atur secara sistematis dengan menggunakan metode tertentu yang bersifat baku. karena di timbulkan gejalaatau fenomena.
43.  apa itu kesengajaan menurut fenomenologi hussserl...?
menurut husserl kesengajaan adalah orientasi fikiran terhadap suatu objek, objek atau sesuatu tersebut bisa nyata bisa tidak nyata .kita ambil contoh; objek nyata seperti sebongkah kayu yang di bentuk dengan tujuan tertentu dan kita akan namakan dengan kursi.
44.  bagaimanakah yang di maksud objek tidak nyata dalam pandangan husserl...?
dalam pandangan hussserl, objek yang tidak nyata itu, misalnya kosep tentang tanggung jawab, kesabaran, dan konsep lain yang abstrak atau tidak real.
45.   mengapa fenomenologi sebagai metode ilmu...?
fenomenologi di pahami sabagai segala sesuatu yang dengan suatu cara tertentu tampil dalam kesadaran amnusia. baik sesuatu rekaan maupun sesuatu yang nyata, mengembangkan suatu yang tidak memalsukan fenomena melainkan mendeskripsikannya seperti penampilannya tanpa prasangka sama sekali. karna tugas utama fenomenologi, menjalin keterkaitan manusia dengan realitas.
46.  mengapa fenomenologi harus ada...?
mengapa fenomenologi harus ada, karna kita berada di dunia material. apa-apa yang ada didnia material semuanya dari fenomena, fenomena dalam memberi pengetahuan atau memaknai sutu objek dan tujuan dari pemaknaan itu.
47.  apakah semua mahluk hidup dan benda mati adalah objek kajian fenomenologi...?
yang patinya ia, karna kita berada di dunia material. apa-apa yang ada di dunia material baik yang hidup maupun yang mati semuanya objek kajian dari fenomenologi.
48.  fenomenologi  objek kajiannya adalah tentang  fenomena, apakah dalam fenomena spiritual juga termasuk objek kajian...?
iya. spiritual bagian dari fenomena sudah barang tentu bagian objek kajian fenomenologi. karna merunjuk kepada tradisi amaupu adat masyarakat.dan apa-apa yang ada itu semua di kategorikan objek kajian fenomenologi.
49.  apakah fenomenologi berhubungan dengan komunikasi...?
iya. karna komunikasi sebagai proses berbagai pengalaman atau informasi antar individu melalui dialog. dari komunikasi menggunakan suatu bahasa adalah memiliki suatu pemaknaan terhadap benda , jadi satu kata saja  sudah dapat memberikan  pemaknaan pada suatu hal yang ingin di maknai.
50.  bagaimanakah kita memahami segala sesuatu...?
begini, dalam memahami segala sesuatu kita harus keobjeknya. artinya sesuatu yang dapat di lihat , di dengar, di rasakan, dan di pikirkan, supaya kita memahami segala sesuatu dan mengetahuinya.kitapun tidak lepas dari subjek atau objek yang kita amati, supaya kita memahaminya dan mengetahuinya.

sebenarnya blog ini saya post dari tugas beberapa tahun lalu jadi kalau ada kekurangan mohon tinggalkan komennya

terimasih kasih
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com